Bandung, 29 Agustus 2025 – Dalam rangka mewujudkan budaya integritas dan akuntabilitas, Inspektorat Utama sebagai salah satu pilar utama yang sangat krusial dalam menjaga integritas dan akuntabilitas pada sebuah instansi pemerintah senantiasa mempertajam strategi dan mencari terobosan melalui inovasi untuk memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Hal tersebut salah satunya terwujud dalam Pencanangan laboratorium integritas dan akuntabilitas pada Balai Besar POM di Bandung sebagai program/media baru yang dikembangkan oleh Inspektorat Utama untuk membentuk terwujudnya budaya integritas dan akuntabilitas BPOM disertai dengan penurunan pelanggaran integritas, meningkatnya kinerja dan kepercayaan publik.
Pencanangan laboratorium integritas dan akuntabilitas sendiri didasari oleh beberapa faktor di antaranya pentingnya penguatan pengendalian intern untuk mengendalikan fraud, pencegahan korupsi yang merupakan tanggung jawab setiap Lembaga dan dalam pelaksanaannya menuntut adanya kerja sama yang erat antar institusi, penerapan SPIP dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), masih terdapat area/dimensi yang perlu perbaikan dalam hasil Survei Penilaian Integritas (SPI), maturitas manajemen risiko dan capaian nilai Zona Integritas (ZI) pada level unit kerja yang masih berpotensi besar untuk dapat ditingkatkan, adanya kejadian pelanggaran integritas di BPOM dalam kurun waktu 2023 s.d 2025, serta dampak negatif lainnya yang dapat ditimbulkan akibat adanya fraud.
Pencanangan yang dilaksanakan ini adalah untuk menggalang komitmen dari Balai Besar POM di Bandung sebagai unit percontohan laboratorium integritas dan akuntabilitas. Pada kesempatan ini juga turut hadir tim dari BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat untuk sharing session mengenai penerapan Risk Management Information System (RMIS) di BPKP. BBPOM di Bandung dipilih menjadi unit percontohan Laboratorium Integritas dan Akuntabilitas dengan harapan dapat membantu Inspektorat Utama untuk menguji kelayakan, efektivitas, dan potensi hasil dari rencana pelaksanaan laboratorium integritas dan akuntabilitas. Latar belakang pemilihan BBPOM Bandung menjadi unit pilot poject salah satunya adalah cakupan area pengawasan BBPOM Bandung yang besar sehingga dapat meningkatkan potensi ataupun risiko terhadap pelanggaaran integritas atau fraud oleh pegawai. adanya pengaduan yang berkaitan dengan fraud dan telah terbukti benar juga menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu, keterbatasan anggaran Inspektorat Utama yang dialokasikan untuk laboratorium integritas juga menjadi salah satu faktor dalam penunjukan Balai Besar POM di Bandung sebagai unit percontohan laboratorium integritas dan akuntabilitas.
Beberapa tahapan pelaksanaan laboratorium integritas dan akuntabilitas yang akan dilaksanakan bersama yaitu sharing session dan diskusi, penilaian kondisi existing, pencanangan soft launching, identifikasi risiko fraud dan perbaikan risk register, rencana aksi pengendalian terintegrasi, implementasi & pemantauan, serta evaluasi & pelaporan.
Dengan tagline “KSATRIA” yaitu: KolaboraSi Adaptif perkuat TRansparansi, Integritas, dan Akuntabilitas, Pencanangan Laboratorium Integritas ini diharapkan mampu untuk mewujudkan budaya integritas dan akuntabilitas BPOM untuk mereduksi moral hazard yang dapat disertai dengan penurunan pelanggaran integritas dan meningkatnya kepercayaan publik.